Makalah Sejarah Periwatan Hadist

Terbunuhnya Umar bin al-Khatab pada tahun 24 H. tidak banyak mempengaruhi perkembangan ilmu Kritik Hadis. Namun terbunuhnya Usman bin ‘Affan ada tahun 36 H,begitu pula terbunuhnya Husein bin Ali, yang diiringi lahirnya kelompok-kelompok politik dalam tubuh umat Islam, sangat berpengaruh terhadap perkembangan ilmu Kritik Hadis, Karena untuk memperoleh legitimasinya, masing-masing kelompok itu mencari dukungan. dari Hadis Nabi saw. apabila mereka tidak menemukan Hadis Nabi yang bisa dijadikan legitimasi, mereka kemudian membuat Hadis palsu.
Menurut Mustafa Azami (2012, p. 530), periwayatan dengan menggunakan sanad tampaknya sudah ada sebelum Islam datang, seperti periwayatan syair-syair pada masa jahiliyah. Kemudian proses periwayatan dengan sistem sanad ini mulai berkembang pesat pada masa Ibnu al-Mubarak yang mengatakan bahwa sanad merupakan bagian dari agama.Untuk meriwayatkan dan mengajarkan Hadis, metode sanad ini sangat bermanfaat. Hal ini wajar, karena Hadis merupakan sumber asli kedua dalam syariat Islam
Demi menjaga kualitas dan otentitas Hadis Nabi saw. Ulama Hadis telah Menyusun kriteria dan persyaratan-persyaratan yang sangat ketat dalam proses periwayatan Hadis, karena proses periwayatan atau penyampaian Hadis ini juga menjadi tolok ukur serta pertimbangan terhadap kualitas Hadis yang diriwayatkan. dalam makalah ini akan dibahas mengenai proses periwayatan Hadis dan berbagai kajian terkait periwayat maupun periwayatan Hadis.

Makalah Sejarah Periwatan Hadist

 
 
 

PREVIEW

 
 

Download File Format

Word Docx …..PDF File

 
 

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *