Makalah Asbabun Nuzul

Nuzulul Qur’an terdiri dari kata nuzul dan al-Qur’an yang berbentuk idafah. Penggunaan kata nuzul dalam istilah nuzulul Qur’an (turunnya al-Quran) tidaklah dapat dipahami maknanya secara harfiah, yaitu menurunkan sesuatu dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah, sebab al-Quran tidaklah berbentuk fisik atau materi. Tetapi pengertian nuzulul Qur’an yang dimaksud adalah pengertian majazi, yaitu penyampaian informasi (wahyu) kepada Nabi Muhammad Saw dari alam gaib ke alam nyata melalui perantara malaikat Jibril AS.
Maka ketika seseorang berusaha untuk menempatkan arti an-nuzul secara bahasa kepada al-Qur’an, maka ditemukan arti-arti tersebut tidak layak untuk disematkan ke dalam al-Qur’an kecuali dalam bentuk majas. Jika dipandang alQur’an sebagai al-kalam an-nafsi yang terdapat dalam zat Allah, maka tidak layak dimengerti an-nuzûl secara bahasa yang tersebut di atas, karena arti-arti tersebut hanya sesuai untuk yang tidak kekal. Sedangkan zat Allah suci dari hal yang demikian.
Asbabun Nuzul berfungsi sebagai sarana untuk memahami dimensi historis Al-Qur’an. Dengan mempelajari peristiwa yang melatarbelakangi turunnya ayat, kita dapat merasakan bagaimana Al-Qur’an hadir sebagai pedoman yang hidup dan responsif terhadap dinamika sosial, politik, dan spiritual umat pada masa Rasulullah. Misalnya, turunnya QS. Al-Mujadilah ayat 1 berkaitan dengan pengaduan Khawlah binti Tsa‘labah tentang praktik zhihar (ucapan suami yang menyerupakan istrinya dengan ibunya), sedangkan QS. Al-Baqarah ayat 144 turun ketika Nabi Muhammad diperintahkan memindahkan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah. Tanpa pemahaman tentang peristiwa-peristiwa ini, makna ayat bisa disalahartikan atau dipahami secara sempit.
Untuk menjaga keakuratan riwayat, para ulama terdahulu mengumpulkan keterangan sebab turunnya ayat berdasarkan riwayat sahih dari para sahabat dan tabi’in. Di antara tokoh penting dalam kodifikasi ilmu ini adalah Imam Al-Wahidi (w. 468 H) melalui karyanya Asbabun Nuzul, yang secara sistematis menghimpun riwayat-riwayat terkait. Ulama lain seperti Jalaluddin Al-Suyuṭi kemudian menyempurnakannya dalam kitab Lubab al-Nuqul fi Asbab al-Nuzul. Hingga kini, ilmu Asbabun Nuzul menjadi bagian penting dalam kajian ‘Ulum al-Qur’an dan tafsir, agar penafsiran Al-Qur’an tetap sesuai dengan maksud Allah SWT dan tuntunan Rasululla.

Makalah Asbabun Nuzul

 
 
 

PREVIEW

 
 

Download File Format

Word Docx …..PDF File

 
 

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *