Drama merupakan salah satu cabang karya sastra yang memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan dengan puisi dan prosa. Drama disusun dalam bentuk dialog yang dipentaskan di atas panggung, dengan tujuan menggambarkan kejadian kehidupan melalui pertikaian dan konflik antar tokoh yang ada. Konflik dalam drama ini menggambarkan realitas kehidupan manusia yang penuh dengan dinamika dan pertentangan. Oleh karena itu, drama tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana pendidikan yang bertugas menyampaikan pesan moral dan menggambarkan aspek-aspek kehidupan sosial.Penulisan naskah drama biasanya berasal dari kejadian nyata maupun fiksi yang diolah sedemikian rupa sehingga mampu menyuguhkan sebuah cerita menarik. Dalam setiap pementasan drama, terdapat unsur intrinsik seperti tema, tokoh, alur, dan latar yang berperan penting dalam membangun cerita. Melalui drama, penulis dapat mengekspresikan pandangannya terhadap kehidupan dan menyampaikan nilai-nilai yang ingin diungkapkan kepada masyarakat. Dengan demikian, mempelajari dan memahami drama menjadi penting dalam mengembangkan apresiasi seni dan memperluas wawasan tentang kehidupan manusia secara mendalam.
Menurut Hasanuddin (1996), drama merupakan karya sastra yang menampilkan rangkaian peristiwa yang menyebabkan konflik melalui dialog dan tindakan para tokoh di atas panggung. Permasalahan dalam drama ditemukan pada peristiwa dominan yang memicu konflik, dengan alur yang mengaitkan satu peristiwa dengan yang lain, serta latar yang memperjelas suasana, tempat, dan waktu berlangsungnya cerita. Latar dalam drama bukan hanya sekadar setting fisik, tetapi juga mendukung penokohan dan alur guna membangun permasalahan dan konflik (Hasanuddin, 1996: 92-95).Menurut Wellek dan Warren, drama sejak zaman Aristoteles sudah diakui sebagai salah satu genre sastra penting selain epik dan lirik. HB Jassin menganggap drama sebagai rentetan kejadian yang berupa cerita dan dapat digolongkan sebagai karya sastra, yang memiliki ciri khas dipentaskan dan divisualisasikan melalui dialog dan tindakan tokoh (Oemarjati, 1971; Jassin, 1985).Sedjiman (1983) mendefinisikan drama sebagai karya sastra yang bertujuan menggambarkan kehidupan dengan menampilkan emosi melalui lakuan dan dialog, yang biasanya dipentaskan. Damono (1983) menyatakan bahwa drama dekat dengan cerita fiksi dengan unsur-unsur seperti alur, tema, latar, dan penokohan yang menjadikan drama dapat divisualisasikan di panggung.Dari beberapa pendapat para ahli ini, dapat disimpulkan bahwa drama adalah karya sastra yang berisi cerita konflik kehidupan yang dikemas dalam bentuk dialog dan tindakan, dipentaskan untuk menyampaikan pesan dan hiburan dengan penekanan pada alur, tokoh, dan latar.
PREVIEW
Download File Format




.webp)







