Sejarah bahasa yang panjang telah menghasilkan beragam aliran dalam linguistik, yang kemudian memengaruhi cara pengajaran bahasa. Setiap aliran memiliki pandangan unik tentang bahasa, sehingga menghasilkan berbagai jenis tata bahasa. Aliran tradisional telah menciptakan berbagai penjelasan dan aturan tata bahasa yang digunakan sekitar dua ratus tahun yang lalu.
Para ahli sejarah mengindikasikan bahwa tata bahasa yang berasal dari aliran ini merupakan warisan dari kajian preskriptif yang muncul pada abad ke-18. Kajian preskriptif ini berupaya untuk merumuskan aturan yang dianggap benar dalam berbahasa. Dari tahun 1930-an hingga akhir tahun 1950-an, aliran linguistik yang paling berpengaruh adalah aliran struktural. Salah satu tokoh penting dari Amerika pada masa itu adalah Bloomfield. Pendekatan Bloomfield dalam linguistik memiliki perbedaan signifikan. Dia mendasarkan teorinya pada prinsip psikologi perilaku. Dalam pandangan Behaviorisme, ucapan dipahami melalui kondisi eksternal yang mengelilingi terjadinya ucapan tersebut. Kelompok yang dipimpin Bloomfield menyebut teori ini sebagai mekanisme, yang berlawanan dengan mentalisme. Bloomfield berusaha menjadikan linguistik sebagai suatu disiplin yang bersifat empiris. Mengingat bahwa suara ucapan dapat diamati secara langsung, maka fokus perhatian tertuju pada aspek tersebut. Hal ini berdampak pada kaum strukturalis yang lebih mengutamakan fonologi dan morfologi, sementara sintaksis hanya sedikit diperhatikan, dan semantik sama sekali diabaikan. Tata bahasa tagmemik dipelopori oleh Kenneth L. Pike, yang terkenal dengan bukunya, “Language in Relation to a United Theory of The Structure of Human Behaviour” (1954). Dalam aliran ini, satuan dasar sintaksis adalah tagmem, yang berasal dari bahasa Yunani yang berarti susunan. Tagmem merupakan hubungan antara fungsi gramatikal atau slot dengan sekelompok bentuk kata yang dapat saling menggantikan untuk mengisi slot tersebut. Linguistik transformasi melahirkan tata bahasa Transformational Generative Grammar, di mana bahasa memiliki aspek ekspresi (Signifiant) dan aspek isi (signifie). Setiap aspek tersebut terdiri dari bentuk dan substansi: bentuk ekspresi, substansi ekspresi, bentuk isi, dan substansi isi.
PREVIEW
Download File Format












