Manusia sebagai makhluk sosial dan spiritual tidak terlepas dari dinamika kejiwaan yang kompleks. Dalam konteks Islam, gangguan psikologis tidak hanya dipahami sebagai persoalan medis atau emosional, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi keimanan dan kebersihan hati. Beberapa penyakit hati seperti riya’ (pamer amal), hasad (iri hati), takabbur (sombong), dan ujub (bangga diri) merupakan bentuk gangguan psikologis yang dapat merusak kepribadian dan hubungan sosial seseorang.
Gangguan ini tidak hanya berdampak pada kestabilan psikologis individu, tetapi juga menghambat perkembangan spiritual serta mengikis nilai-nilai moral dalam masyarakat. Oleh karena itu, memahami hakikat gangguan tersebut dan upaya penanggulangannya menjadi hal yang sangat penting dalam rangka membentuk kepribadian Muslim yang sehat secara mental dan spiritual.
PREVIEW
Download File Format












