Anak usia dini merupakan individu yang sedang berada pada tahap perkembangan pesat dalam seluruh aspek kehidupannya, baik fisik, kognitif, sosial emosional, maupun bahasa. Salah satu aspek penting yang perlu distimulasi sejak dini adalah perkembangan motorik halus, karena keterampilan ini berperan dalam kesiapan anak menghadapi pendidikan formal dan kemandirian sehari-hari.Guru PAUD berperan besar dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna melalui kegiatan bermain yang terarah. Salah satu bentuk inovasi yang relevan adalah model ATIK (Amati, Tiru, Kerjakan) yang dikembangkan oleh Sri Watini. Model ini menggabungkan pembelajaran langsung berbasis pengalaman (Experiential Learning Theory) dengan pembelajaran tidak langsung (inkuiri), di mana anak aktif mengamati, meniru, dan mengerjakan sesuatu secara mandiri.Dalam konteks pengembangan motorik halus, model ATIK diterapkan melalui kegiatan bermain plastisin, yaitu permainan membentuk lilin warna-warni yang dapat dirasakan langsung oleh anak. Kegiatan ini melibatkan gerakan menjumput, mengepal, memilin, dan memelintir, yang melatih koordinasi antara tangan dan mata.Melalui inovasi pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif ini, anak tidak hanya terampil menggunakan otot-otot kecil tangannya, tetapi juga belajar percaya diri, fokus, serta bertanggung jawab terhadap hasil karyanya.
PREVIEW
Download File Format












