Andalusia dahulu sekarang termasyhur dengan nama Spanyol, suatu wilayah yang amat populer di masa kini, kepopuleran di antaranya dikarena-kan adanya satu club sepakbola ternama (Real Madrid). Kabar yang amat menggelitik, masyarakatnya lebih mengenal pemain sepakbola ketimbang pemimpin negara mereka, bahkan dalam daftar kekayaan klub ternama di dunia, Real Madrid termasuk rengking teratas dalam peringkat pendulangan harta kekayaan.
Sisilia merupakan satu wilayah yang amat “licin” dan ditakuti oleh ne-geri Pamansyam (Amerika Serikat), karena Sisilia menggerayang masuk ke jantung perdagangan Amerika dalam jaringan obat bius dengan organisasi mafianya serta perdagangan ilegalnya. Kelicinan Sisilia membuhul rantai komunikasi terselubung, membuat negara Adidaya ini kalangkabut dan bak rayap kepanasan dibuatnya.
Tidak dapat dipungkiri bahwa Spanyol dan Sisilia ini pernah dikuasai oleh pemerintahan Islam selama kurang lebih delapan abad lamanya. Era ini dapat dikelompokkan menjadi enam periode, yaitu:
1. Periode 1 (711-755 MD, wali yang diangkat oleh khalifah Daulah Umayyah di Damaskus.
2. Periode II (755-912 M), diperintah oleh amir (gubernur) tetapi tidak tunduk kepada Daulah Bani Abbasiyah di Baghdad.
3. Periode III (912-1013 MD, diperintah Abdurrahman III yang bergelar Al-Nashir, sampai munculnya Mulk at Thawaif.
4. Periode IV (1013-1086 M), Spanyol terpecah menjadi tiga puluh negara-negara kecil yang dikuasai oleh raja-raja setempat.
5. Periode V (1086-1248 M), dikuasai oleh dinasti Al-Murabitun dan Al-Muwahidun (Al-Muwahidun akhirnya runtuh dengan kemenangan pihak Kristen di Las Navas dan Tolosa, dan mereka kembali ke Afrika Utara).
6. Periode VI (1248-1492 M), Islam hanya berkuasa di Granada di bawah Daulah Bani Ahmar, namun kekuasaan Islam ini berhasil pula direbut oleh Raja Ferdinand dan Ratu Isabella dari pihak Kristen.
PREVIEW
Download File Format












