Madrasah muncul pada masa Dinasti Abbasiyah sebagai solusi atas keterbatasan masjid yang tidak lagi mampu menampung banyaknya penuntut ilmu di halaqah. Dari sinilah lahir lembaga pendidikan baru di luar masjid yang kemudian disebut madrasah. Dalam perkembangannya, madrasah berfungsi layaknya universitas pada masa kini, sebagaimana Al-Azhar di Kairo dan Az-Zaitunah di Tunis.
Tokoh penting dalam penyebaran sistem pendidikan madrasah adalah Nizam Al-Muluk melalui pendirian Madrasah Nizamiyah. Meskipun bukan madrasah pertama, madrasah ini berperan besar dalam memajukan pendidikan Islam dengan sistem yang terorganisir dan melahirkan ulama besar seperti Al-Ghazali dan Al-Juwaini.
Pada masa Dinasti Ayyubiyah dan Mamluk, madrasah berkembang pesat berkat tradisi wakaf yang mendukung pembangunan, asrama, dan tunjangan bagi pelajar serta guru. Kurikulum madrasah berfokus pada ilmu agama seperti fiqih, tafsir, dan ilmu kalam, serta menjadi dasar bagi sistem pendidikan Islam selanjutnya, termasuk pesantren di Indonesia. Dengan demikian, madrasah memiliki peran penting dalam melahirkan ilmuwan, menjaga tradisi keilmuan Islam, dan menjadi cikal bakal universitas modern.
PREVIEW
Download File Format












