Akhlak dan tasawuf merupakan dua pilar utama dalam pemikiran Islam yang saling melengkapi untuk membentuk karakter Muslim yang utuh. Akhlak, yang berfokus pada perilaku lahiriah, memberikan kerangka etika dan moral yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah. Sementara itu, tasawuf berfungsi sebagai dimensi batiniah yang menitikberatkan pada pembersihan hati dan kedekatan dengan Allah SWT. Keduanya secara sinergis menjadi landasan bagi pencapaian kesempurnaan spiritual dan moral.
Namun, dalam praktiknya, pemahaman terhadap kedua konsep ini sering kali tidak utuh. Akhlak sering kali dipahami hanya sebatas aturan normatif tanpa menyentuh esensi spiritualnya, sedangkan tasawuf sering disalahpahami sebagai praktik mistis yang terpisah dari syariat. Kesalahpahaman ini menciptakan kesenjangan antara dimensi lahiriah dan batiniah dalam kehidupan beragama, yang pada akhirnya dapat menghambat pembentukan karakter Muslim yang kamil (sempurna).
Di tengah tantangan modern, seperti krisis moral akibat pengaruh individualisme dan materialisme, urgensi untuk memahami dan mengamalkan akhlak serta tasawuf menjadi sangat relevan. Di Lumajang, Jawa Timur, tradisi keagamaan yang kuat dan keberadaan pesantren-pesantren yang mengajarkan tasawuf menjadi modal sosial yang penting. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan pemahaman tersebut, memberikan pemahaman yang holistik, dan memperkuat tradisi keagamaan yang sudah ada di tengah masyarakat.
PREVIEW
Download File Format












