Perubahan sosial merupakan suatu proses dinamis yang terjadi dalam masyarakat yang mempengaruhi struktur, nilai, norma, dan pola perilaku anggota masyarakat dari waktu ke waktu. Fenomena ini tidak dapat dipisahkan dari perkembangan teknologi, globalisasi, urbanisasi, dan pergeseran budaya yang terjadi secara cepat. Perubahan sosial dapat bersifat progresif, yang membawa kemajuan, atau regresif, yang menimbulkan konflik dan disfungsi sosial (Indy, 2019: 13) .
Dalam konteks pendidikan, perubahan sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sistem pendidikan formal, non‑formal, dan informal. Pendidikan formal yang berstruktur dan berjenjang harus menyesuaikan kurikulum dan metode pembelajaran dengan tuntutan zaman agar peserta didik mampu menghadapi tantangan baru. Pendidikan non‑formal menjadi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan fleksibilitas belajar, misalnya melalui pelatihan keterampilan atau kursus yang relevan dengan kebutuhan industri. Sementara itu, pendidikan informal yang terjadi dalam lingkungan keluarga, komunitas, atau kegiatan sehari-hari memiliki peran penting dalam membentuk karakter, nilai, dan keterampilan sosial yang adaptif (Hidayat & Abdillah, 2019: 45)
.Selain itu, perkembangan konsep homeschooling atau sekolah rumah, termasuk konsep Sekolah Rumah Lakara, menandai inovasi pendidikan yang menyesuaikan dengan kebutuhan individual peserta didik dan keluarga. Sistem ini menunjukkan bahwa pendidikan dapat berjalan efektif di luar jalur formal, asalkan dikelola dengan prinsip pedagogik yang jelas dan mengikuti perkembangan sosial (Johnson, 2022: 12) . Fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa jalur pendidikan formal, non‑formal, dan informal saling melengkapi dalam menghadapi perubahan sosial yang terus berlangsung.
PREVIEW
Download File Format


%20.webp)









