Bahasa Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan sepanjang sejarahnya. Awalnya Ejaan Van Ophijsen (1901), itu adalah bahasa asli pertama Indonesia yang disebut bahasa Melayu. Selanjutnya ejaan Soewandi (1947) diganti setelah Indonesia merdeka, kemudian dengan Ejaan Yang Disempurnakan (1979), dan terakhir dengan Ejaan Bahasa Indonesia (2015) yang digunakan untuk menulis bahasa Indonesia.
Bahasa mempunyai dua fungsi penting dalam kehidupan sehari-hari. Yang pertama adalah bahasa lisan dan yang kedua adalah bahasa tulis. Bahasa yang digunakan saat ini adalah Ejaan Bahasa Indonesia (EBI), yaitu bahasa Indonesia yang menitikberatkan pada rumusan tata bahasa yang jelas dan ringkas agar pesan yang disampaikan dapat dipahami dengan jelas oleh pembaca. Perubahan ejaan diperkenalkan di Indonesia, reaksi sebagian besar masyarakat di berbagai daerah, termasuk Pulau Sumbawa, berbeda-beda. Beberapa orang mungkin percaya bahwa perubahan tersebut diperlukan dan mendukung standarisasi bahasa, sementara yang lain mungkin merasa kesulitan untuk beradaptasi dengan ejaan baru. Penting untuk diingat bahwa perubahan besar dalam bahasa memerlukan waktu dan kesadaran kolektif agar dapat diterima sepenuhnya oleh masyarakat.
Masyarakat menggunakan bahasa daerah sebagai alat komunikasi sehari-hari, baik di dalam maupun di luar masyarakat sekitar. Tidak semua orang bisa memahami cara menggunakan Bahasa Indonesia Baku. Penggunaan bahasa Indonesia membuat orang merasa tidak nyaman. Oleh karena itu, masyarakat umum menguasai bahasa Indonesia dengan baik yang dipengaruhi oleh bahasa daerah.
Download File Format












