Pembelajaran bahasa merupakan suatu proses yang kompleks karena melibatkan berbagai pendekatan, metode, dan teknik dalam implementasinya. Dalam kajian metodologi pengajaran bahasa, terdapat hierarki yang dikemukakan oleh Anthony, yaitu pendekatan (approach), metode (method), dan teknik (technique). Hierarki ini menjadi landasan konseptual dalam memahami bagaimana proses pembelajaran bahasa dirancang, dilaksanakan, dan dievaluasi secara sistematis.
Menurut Jean Piaget dalam Marinda (2020: 116-152), kognisi anak mengalamiperkembangan, dan menurutnya akan mudah dipelajari dengan menelaah jalan pikirannya. Diuraikan oleh Piaget gambaran klasik mengenai kognisi, maka kognisi meliputi “higher mental processes” seperti: pengetahuan, kesadaran, intelegensi,pikiran ,imaginasi, daya cipta, perencanaa, penalaran, pengumpulan,pemecahan masalah, pembuatan konsep, pembuatan klasifikasi dan kaitan-kaitan, pembuatan simbol-simbol tidak ada jalan lain kecuali guru harus memiliki tanggung jawab dan perhatian penuh bagi keutuhan perkembangan anak.
Sumantri (2014) menjelaskan bahwa perubahan pada perkembangan merupakan produk dari proses biologis, kognitif, sosial. Pendekatan pembelajaran terpadu dalam pengajaran bahasa sebenarnya dilandasi oleh pandangan bahasa holistik (whole
language) yang memperlakukan bahasa sebagai sesuatu yang bulat dan utuh, dan dalam proses belajar sesuai dengan perkembangan peserta didik.
Seiring dengan perkembangan teori pembelajaran bahasa, berbagai metode klasik bermunculan dengan karakteristik dan keunggulan yang berbeda-beda. Beberapa metode tersebut antara lain Grammar-Translation Method (GTM), Direct Method, Audio-Lingual Method (ALM), dan Total Physical Response (TPR). Masing-masing metode didasarkan pada landasan teoretis yang berbeda serta menekankan aspek tertentu dalam pembelajaran bahasa, seperti penguasaan tata bahasa, komunikasi langsung, pembentukan kebiasaan melalui pengulangan, serta keterlibatan aktivitas fisik dalam proses pemahaman bahasa.
Meskipun metode-metode tersebut telah berkembang sejak lama, pemahaman terhadap karakteristik, kelebihan, dan keterbatasannya tetap relevan, khususnya bagi pendidik dalam menentukan strategi pembelajaran yang efektif. Dengan memahami berbagai metode klasik tersebut, diharapkan dapat memberikan dasar yang kuat dalam mengembangkan praktik pembelajaran bahasa yang lebih efektif, adaptif, dan kontekstual sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
PREVIEW
Download File Format












