Masa usia dini (0-6 tahun) sering disebut sebagai “masa emas” (golden age) karena merupakan periode krusial pembentukan seluruh aspek perkembangan anak, termasuk perkembangan sosial-emosional. Keterampilan sosial yang diasah pada fase ini, seperti kemampuan berbagi, berempati, dan bekerja sama, adalah fondasi penentu kesuksesan anak di masa depan. Menurut Hurlock, perkembangan sosial adalah perolehan kemampuan berperilaku yang sesuai dengan tuntutan sosial dan memerlukan proses pembelajaran yang panjang (Hurlock, 2005).
Namun, realitas di lapangan menunjukkan masih adanya kecenderungan di beberapa lingkungan untuk lebih memprioritaskan perkembangan kognitif, sehingga kebutuhan sosial dasar anak sering terabaikan. Padahal, interaksi sosial yang terhambat sejak dini dapat menimbulkan kesulitan penyesuaian diri dan masalah perilaku di kemudian hari. Kurangnya dukungan emosional dan kesempatan berinteraksi yang memadai akan menghambat kemampuan anak untuk mengelola emosi dan membangun hubungan yang sehat.
Oleh karena itu, makalah ini penting untuk mengkaji secara mendalam mengenai kebutuhan sosial esensial anak usia dini, landasan teoritis yang mendukungnya, serta merumuskan strategi praktis yang dapat diterapkan oleh orang tua dan pendidik untuk membangun interaksi positif sejak dini.
PREVIEW
Download File Format












