Di era modern ini, selain perkembangan teknologi, perusahaan juga membutuhkan sumber daya yang mampu meningkatkan kinerja perusahaan. Sumber daya manusia memegang peranan yang sangat penting dalam suatu perusahaan, selalu berperan aktif dan kreatif, efisien dalam menjalankan berbagai aktivitas dalam perusahaan agar keberhasilan, tujuan proses dan tuntutan karyawan dapat seimbang. Pada dasarnya semua perusahaan pasti menginginkan perkembangan yang pesat terutama terkait dengan peningkatan kinerja.(Nainggolan 2020) Kinerja merupakan aspek yang sangat penting dan menarik untuk diperhatikan karena telah terbukti manfaatnya dalam mencapai tujuan perusahaan. Menurut (Sukmawati and Langgeng Ratnasari 2020)kinerja yang baik. (2019) merupakan hasil dari suatu proses yang mengacu dan diukur selama periode waktu tertentu berdasarkan ketentuan, standar atau kesepakatan yang telah ditetapkan sebelumnya. Kinerja dikaitkan dengan sistem formal dan sistematis yang dirancang untuk mengukur, mengevaluasi, dan memengaruhi karakteristik, perilaku, dan hasil terkait pekerjaan termasuk tingkat kehadiran. Harijanthi dan Valijanthi (2020) Kehadiran karyawan bukan satu-satunya indikator kinerja yang buruk ada juga faktor lain, seperti komunikasi dan gaya kepemimpinan. Menurut Edison et al., (2018) menguraikan faktor yang dapat mempengaruhi kinerja seseorang, antara lain kompensasi, komunikasi, manajer, dan kepemimpinan. Komunikasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Dengan kata lain, terjalinnya komunikasi yang baik antar pegawai akan meningkatkan kinerja dan mengurangi laju penurunan kinerja pegawai.(Friska Purnamasari Sihombing 2016)). Di sisi lain, gaya kepemimpinan juga meningkatkan kinerja pegawai. Hal ini didefinisikan sebagai perilaku dan strategi dan merupakan hasil kombinasi filosofi, keterampilan, sifat, dan sikap yang diterapkan oleh pemimpin ketika berupaya meningkatkan kinerja bawahannya. Kumara & Agustina, (2018) Menurut Prayogi dkk. (2019) mengingatkan pimpinan bertanggung jawab secara intuitif mengambil tanggung jawab, mengevaluasi kinerja seakurat mungkin, dan mengkomunikasikan evaluasi tersebut kepada bawahannya. Pimpinan perlu mengetahui kekurangan dan masalah apa yang dihadapi karyawannya dan bagaimana cara mengkomunikasikannya. Menurut (Amanah 2012)), lingkungan kerja dan komunikasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan, sedangkan studi Oktaria (2021) komunikasi menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan dan ambisi teknis juga berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Perbedaan penelitian saat ini dengan penelitian terdahulu mengenai variabel dan indikator yang digunakan.
PREVIEW
Download File Format












