Kebutuhan bisa menjadi keinginan untuk memperbaiki kinerja saat ini atau untuk memperbaiki kekurangan. Kekurangan adalah kinerja yang tidak memenuhi standar saat ini. Ini berarti bahwa ada cara yang ditentukan dalam melakukan suatu tugas dan perbedaannya yaitu menciptakan sebuah masalah. Proses identifikasi kebutuhan membantu pelatih dan orang yang meminta pelatihan untuk menentukan kebutuhan pelatihan atau kekurangan kinerja. Identifikasi bisa bersifat formal (menggunakan teknik survei dan wawancara) atau informal (mengajukan beberapa pertanyaan tentang mereka yang terlibat). pengumpulan data dalam identifikasi kebutuhan pelatihan pada lembaga pelatihan di Kota Bandung yakni: Perencanaan pengumpulan data dalam identifikasi kebutuhan pelatihan pada lembaga pelatihan di Kota Bandung yaitu disusun berdasarkan data atau informasi yang ingin diperoleh terkait program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan sasaran. Sehingga untuk memperoleh data tersebut, maka setiap lembaga memiliki teknik pengumpulan data yang berbeda-beda. Pemilihan teknik tersebut ditentukan oleh beberapa faktor diantaranya kedalaman dan kejelasan data yang ingin diperoleh, sasaran identifikasi kebutuhan yang mencakup jumlah dan lokasi sasaran, serta jumlah pengumpul data.
Kebijakan peningkatan rasio jumlah siswa SMK berbanding SMA menjadi 70 % 30 pada tahun 2014, perlu diikuti oleh kebijakan peningkatan kualitas dan kuantitas guru, sarana dan prasarana, spektrum keahlian, dan daya serap lulusan di pasar kerja. Melalui penelitian deskriptif kuantitatif, penelitian ini mengungkap ketersediaan sarana dan prasarana seluruh SMK Negeri di kota Bandung saat ini, dan proyeksinya ke depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi sekarang, ketika perbandingan jumlah siswa SMK : SMA adalah 50 : 50, ternyata secara umum SMK Negeri baru memenuhi 75% kelengkapan dan kualitas sesuai standar nasional sarana dan prasarana.
PREVIEW
Download File Format
.webp)

.webp)









