Problem Based Learning (PBL) adalah metode pembelajaran inovatif yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam menyelesaikan masalah nyata, dengan peran guru sebagai fasilitator, yang pertama kali dikembangkan pada tahun 1969 oleh Howard Barrows di McMaster University, Kanada, terutama untuk pendidikan kedokteran melalui pendekatan hipotetiko-deduktif. Pendekatan ini muncul dari kritik terhadap metode tradisional yang bersifat pasif, di mana siswa hanya menerima informasi tanpa partisipasi yang mendalam, yang mengakibatkan rendahnya motivasi belajar, minimnya keterampilan berpikir kritis, dan ketidakcocokan dengan tuntutan era revolusi industri 4.0 serta kehidupan sehari-hari.
Pada tahun 1970 an,PBL mengalami debat akademik Barrows (model McMaster) dan Henk Schmidt (model Maastricht), yang menghasilkan dua kelompok berdasarkan pemahaman tentang psikologi kognitif, sebelum akhirnya meluas ke berbagai sektor pendidikan di seluruh dunia. Di Indonesia, PBL menjadi semakin penting dengan diterapkannya Kurikulum Merdeka yang menekankan fleksibilitas, kerjasama kelompok, dan penanganan masalah yang autentik, yang terbukti dapat meningkatkan hasil belajar secara signifikan, contohnya dari 32% hingga 56% dalam siklus pengajaran serta mengatasi isu seperti kurangnya kreativitas siswa dalam mata pelajaran Sejarah.
PREVIEW
Download File Format












