Menurut pandangan tradisional, kurikulum tidak lebih dari sekedar rencana pembelajaran di sebuah sekolah. Pembelajaran tersebut harus diikuti, dipelajari dan dikuasai siswa untuk memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan yang lebih tinggi. Pada saat ini ternyata pengertian tersebut tidak memadai dan tidak sesuai lagi dengan perkembangan masyarakat dan kemajuan teknologi di abad modern ini. Hakikat dan konsep kurikulum berubah dan harus sisesuaikan dengan perkembangan dan kemajuan teknologi.
Perkembangan selanjutnya adalah perubahan pada orientasi isi kurikulum yang tidak lagi terbatas pada mata pelajaran saja, tetapi juga semua pengalaman belajar yang diterima anak dan mempengaruhi perkembangan pribadinya. Karenannya, kurikulum dipandang sebagai semua kegiatan dan pengalaman belajar yang diberikan kepada anak yang berada di bawah tanggung jawab sekolah. Isi kurikulum semakin luas, sebab mencakup semua mata pelajaran, kegiatan belajar, pengalaman yang diperoleh anak ketika di sekolah, dan lain-lain.
Pengembangan kurikulum adalah proses perencanaan kurikulum agar menghasilkan rencana kurikulum yang luas dan spesifik. Proses ini berhubungan dengan seleksi dan pengorganisasian berbagai komponen situasi belajar mengajar, antara lain penataan jadwal pengorganisasian kurikulum dan spesifik tujuan yang disarankan, mata pelajaran, kegiatan, sumber dan alat pengukur pengembangan kurikulum yang mengacu pada kreasi sumber-sumber unit, rencana unit, untuk memudahkan proses belajar mengajar.
Dan perkembangan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan (KTSP) dimaksudkan untuk selalu mengikuti perkembangan teori pendidikan dan perkembangan zaman.
PREVIEW
Download File Format












