Analisis wacana merupakan cabang linguistik yang mengkaji penggunaan bahasa dalam konteks sosial secara menyeluruh. Bahasa tidak lagi dipahami hanya sebagai rangkaian struktur gramatikal yang berdiri sendiri, melainkan sebagai praktik sosial yang sarat makna, ideologi, dan relasi kekuasaan. Perkembangan kajian ini menunjukkan pergeseran paradigma dari pendekatan struktural menuju pendekatan kontekstual dan kritis yang menempatkan bahasa dalam dinamika kehidupan masyarakat.
Secara historis, embrio pemikiran tentang wacana dapat ditelusuri sejak tradisi retorika Yunani Kuno yang dipelopori oleh Aristoteles dan Plato, yang memandang bahasa sebagai sarana persuasi dan pembentukan gagasan. Memasuki abad ke-20, linguistik struktural yang dikembangkan oleh Ferdinand de Saussure memberikan fondasi teoretis melalui konsep bahasa sebagai sistem tanda. Gagasan tersebut membuka jalan bagi kajian yang lebih luas mengenai bagaimana makna dikonstruksi dalam teks dan interaksi.
Pada pertengahan abad ke-20, istilah discourse analysis diperkenalkan secara sistematis oleh Zellig S. Harris melalui artikelnya tahun 1952. Sejak saat itu, analisis wacana berkembang pesat dengan kontribusi dari bidang sosiolinguistik, pragmatik, dan teori tindak tutur yang dipelopori oleh John L. Austin dan John Searle. Selanjutnya, pendekatan kritis yang dikembangkan oleh Norman Fairclough dan Teun A. van Dijk menegaskan bahwa bahasa tidak bersifat netral, melainkan terlibat dalam praktik dominasi, ideologi, dan kekuasaan.
PREVIEW
Download File Format












