Peradaban Islam di Andalusia adalah salah satu peradaban besar dalam sejarah dunia yang tumbuh di wilayah Semenanjung Iberia (sekarang Spanyol dan Portugal) (Desyulita, Uswatun Hasanah, dan Halim 2024). Peradaban ini dimulai pada tahun 711 M ketika pasukan Muslim yang dipimpin Thariq bin Ziyad menyeberangi Selat Gibraltar dan berhasil menaklukkan kerajaan Visigoth. Sejak itu, Islam berkembang di Andalusia dan membawa perubahan besar dalam bidang politik, ilmu pengetahuan, ekonomi, dan kebudayaan.
Masuknya Islam ke Andalusia terjadi pada masa kejayaan Dinasti Umayyah. Saat itu, kerajaan Visigoth sedang lemah akibat konflik internal, pajak tinggi, dan ketidakadilan pemerintahan. Kehadiran Islam disambut sebagian masyarakat karena membawa sistem yang lebih adil dan memberikan peluang bagi semua golongan (Hardian et al. 2025). Setelah penaklukan, umat Islam tidak hanya membangun kekuasaan politik, tetapi juga menciptakan peradaban yang maju dan berpengaruh. kemudian tumbuh menjadi pusat kebudayaan yang terkenal di dunia. Kota-kota seperti Cordoba, Sevilla, dan Granada menjadi pusat pendidikan, perdagangan, dan ilmu pengetahuan. Di sana berdiri perpustakaan besar, madrasah, serta universitas yang dihadiri pelajar dari berbagai negara.
Ilmuwan Muslim di Andalusia berhasil mengembangkan pengetahuan dalam berbagai bidang, seperti filsafat, kedokteran, matematika, astronomi, hingga sastra. Tokoh-tokoh besar seperti Ibnu Rushd, Ibnu Hazm, dan Al-Zahrawi memberi sumbangan besar bagi ilmu pengetahuan dunia (No, Juni, dan Maulyda 2025). Selain ilmu pengetahuan, seni dan arsitektur juga berkembang pesat. Masjid Cordoba, Istana Alhambra di Granada, serta taman-taman indah menunjukkan betapa majunya seni bangunan pada masa itu. Arsitektur Islam Andalusia dikenal dengan keindahan, detail, dan harmoni antara seni serta alam.
PREVIEW
Download File Format












