Bahasa merupakan sarana utama manusia dalam berkomunikasi untuk menyampaikan gagasan, perasaan, serta maksud tertentu kepada orang lain. Dalam proses komunikasi, tidak hanya bentuk bahasa yang penting, tetapi juga cara penyampaiannya agar pesan yang dimaksud dapat diterima dengan baik oleh mitra tutur. Oleh karena itu, kajian mengenai tindak tutur menjadi hal yang esensial dalam bidang pragmatik karena menelaah bagaimana penutur menggunakan bahasa sesuai konteks sosial dan budaya. Tindak tutur mencerminkan hubungan sosial antarindividu, termasuk bagaimana seseorang menjaga kesopanan dan citra diri dalam percakapan. Dengan memahami tindak tutur, kita dapat menilai kesantunan dan efektivitas komunikasi dalam berbagai situasi komunikasi.
Salah satu teori penting dalam kajian tindak tutur adalah teori kesantunan yang dikemukakan oleh Brown dan Levinson. Keduanya mengemukakan bahwa dalam berkomunikasi, penutur akan memilih strategi tertentu untuk menjaga muka positif maupun muka negatif mitra tuturnya. Brown dan Levinson membagi strategi bertutur menjadi lima jenis, yaitu strategi terus terang tanpa basa-basi, strategi kesantunan positif, strategi kesantunan negatif, strategi samar-samar, serta strategi di luar tindak tutur. Setiap strategi digunakan berdasarkan tingkat ancaman terhadap muka dan konteks sosial yang terjadi antara penutur dan mitra tutur. Dengan demikian, teori ini membantu memahami bahwa kesantunan bukan hanya persoalan bahasa, melainkan juga refleksi dari hubungan sosial dan kekuasaan antara individu yang berinteraksi.
Selain teori Brown dan Levinson, Blum-Kulka juga memberikan kontribusi besar dalam kajian strategi tindak tutur, khususnya dalam tindak tutur permintaan (request strategies). Ia membagi strategi tindak tutur menjadi tiga jenis, yaitu strategi langsung, strategi tidak langsung konvensional, dan strategi tidak langsung non-konvensional. Ketiga jenis strategi tersebut menunjukkan perbedaan dalam tingkat keterusterangan penutur dan cara penutur menjaga kesantunan dalam bertutur. Makalah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai penerapan berbagai pendekatan dalam menganalisis strategi tindak tutur dari perspektif pragmatik. Melalui pembahasan ini, diharapkan pembaca memperoleh gambaran komprehensif mengenai bagaimana teori kesantunan Brown & Levinson dan teori Blum-Kulka dapat saling melengkapi dalam mengkaji fenomena bahasa dan komunikasi secara ilmiah.
PREVIEW
Download File Format












