munculnya isu dan tantangan dalam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) berakar dari keinginan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional yang pada saat itu dirasakan kurang memuaskan, serta tuntutan masyarakat akan relevansi hasil pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.
Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) muncul dari kebutuhan untuk mengubah pengelolaan pendidikan yang awalnya sentralistik menjadi lebih desentralistik karena dinilai kurang responsif, lambat, dan kurang efektif dalam meningkatkan mutu di tingkat sekolah. Namun, penerapan MBS menghadapi berbagai isu dan tantangan, seperti tuntutan peningkatan mutu pendidikan yang belum merata, keterbatasan kapasitas manajerial kepala sekolah dan guru, rendahnya partisipasi komite sekolah, serta ketimpangan sumber daya antar daerah yang menyebabkan kesiapan sekolah berbeda-beda. Selain itu, akuntabilitas dan transparansi seringkali belum optimal, kebijakan pendidikan yang berubah-ubah menimbulkan kebingungan dalam implementasi, dan budaya sekolah yang masih terbiasa mengikuti arahan dari atas membuat sebagian sekolah belum siap mengambil keputusan secara mandiri. Semua faktor ini menjadikan penerapan MBS membutuhkan kesiapan SDM, dukungan lingkungan, regulasi yang konsisten, serta perubahan budaya organisasi agar dapat berjalan efektif.
PREVIEW
Download File Format












