Setelah kepemimpinan Ali bin Abi Thalib, kemudian muncul kepemimpinan dari Dinasti bani Umayyah. Dalam alih kepemimpinan ini terjadi suatu perubahan, pada masa khulafaur Rasyidin yang bentuk pemerintahannya demokratis, dan pola kepemimpinannya yang mengikuti Nabi Muhammad SAW. Sedangkan bentuk pemerintahan Dinasti Umayyah yaitu monarchiheridetis (kerajaan turun-temurun), Dinasti Umayyah inilah menjadi Dinasti pertama yang melanjutkan pimpinan terhadap umat islam setelah Khulafaur Rasyidin.
Dinasti Umayyah yang menjadi kerajaan islam pertama ini didirikan oleh Muawiyah Ibn Abi Sufyan. Kekhalifahan Muawiyah ini diperoleh melalui kekerasan, diplomasi, tipu daya, dan tidak melalui musyawarah atau suara terbanyak. Sebagai pemerintahan yang monarkis Muawiyah mewajibkan seluruh rakyatnya untuk menyatakan setia terhadap Yazid anaknya, Dalam pemerintahannya tersebut Muawiyah bermaksud mencontoh monarchi di Persia dan Bizantium.
Dalam sejarahnya, Muawiyah melakukan penolakan terhadap kenaikan Ali bin Abi Thalib sebagai Khalifah yang ditetapkan melalui musyawarah, kemudian Muawiyah melakukan konfrontasi yang pada akhirnya menimbulkan perdamaian dengan pihak Ali bin Abi Thalib, hal ini dilancarkan dalam strategi politik yang sangat menguntungkan baginya. Walaupun demikian sejarah telah mencatat bahwa Dinasti Umayyah dianggap Dinasti Arab yang pertama memainkan peran penting dalam memunculkan perluasan wilayah, dan mengantarkan perluasan dalam penyebaran agama islam keseluruh penjuru dunia, khususnya eropa, sampai akhirnya Dinasti ini menjadi adikuasa.
PREVIEW
Download File Format



.webp)








