Makalah Qira’at Al-Qur’an

Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad s.a.w. melalui perantaraan malaikat Jibril, dan menjadi pedoman hidup umat Islam sepanjang masa, baik dalam aspek akidah, ibadah, maupun muamalah. Salah satu fenomena penting dalam sejarah pewarisan al-Qur’an adalah adanya perbedaan bacaan (qirā’at). Qirā’at al-Qur’an pada hakikatnya merupakan ragam cara membaca lafaz-lafaz al-Qur’an yang diriwayatkan secara mutawatir dari Nabi Muhammad s.a.w., melalui para sahabat, tabi‘in, hingga sampai kepada imam-imam qirā’at yang terkenal.
Latar belakang munculnya qirā’at dapat ditelusuri dari masa turunnya wahyu. Al-Qur’an diturunkan dalam konteks masyarakat Arab yang memiliki keragaman dialek (lahjah). Setiap kabilah Arab memiliki ciri khas pengucapan huruf, struktur kata, dan kebiasaan bahasa. Misalnya, kabilah Quraisy memiliki dialek berbeda dengan kabilah Tamīm, Asad, atau Hudzail. Ketika Islam mulai berkembang, Nabi Muhammad s.a.w. menghadapi kenyataan bahwa umat Islam berasal dari latar belakang kabilah yang beragam. Agar memudahkan umat dalam membaca dan menghafal, al-Qur’an diizinkan turun dengan beberapa variasi bacaan yang disebut dengan istilah sab‘atu ahruf (tujuh huruf).
Konsep turunnya al-Qur’an dengan tujuh huruf menjadi dasar awal terbentuknya ragam bacaan qirā’at. Nabi Muhammad s.a.w. membolehkan para sahabat membaca sesuai dengan dialek mereka, selama masih dalam batas yang diturunkan. Dari sinilah, lahirlah berbagai riwayat bacaan yang semuanya tetap berada dalam kerangka kebenaran wahyu. Hal ini tidak menunjukkan adanya perbedaan substansi, tetapi lebih pada variasi linguistik yang memperkaya pemahaman umat terhadap al-Qur’an.

Makalah Qira’at Al-Qur’an

 
 
 

PREVIEW

 
 

Download File Format

Word Docx …..PDF File

 
 

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *