Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang memiliki kedudukan istimewa dibanding makhluk lainnya. Keistimewaan ini tampak dari anugerah akal, hati, dan potensi ruhani yang menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi. Dalam Islam, konsep manusia tidak hanya dipahami dari segi biologis, tetapi juga mencakup dimensi spiritual, intelektual, moral, dan sosial. Oleh karena itu, pembahasan mengenai hakikat manusia menjadi sangat penting dalam filsafat pendidikan Islam. Filsafat pendidikan Islam menempatkan manusia sebagai subjek sekaligus objek pendidikan. Sebagai subjek, manusia berperan aktif dalam proses pencarian ilmu, pengembangan potensi, dan pelaksanaan amal shalih. Sedangkan sebagai objek, manusia diarahkan agar seluruh potensi fitrah yang dimilikinya berkembang secara seimbang, tidak hanya pada aspekjasmani dan intelektual, tetapi juga pada aspek ruhani dan moral.
Pemahaman tentang konsep manusia dalam perspektif filsafat pendidikan Islam juga berhubungan erat dengan tujuan pendidikan itu sendiri, yaitu membentuk insan kamil manusia paripurna yang memiliki keseimbangan antara iman, ilmu, dan amal. Dengan memahami hakikat manusia secara mendalam, filsafat pendidikan Islam dapat merumuskan prinsip, metode, dan tujuan pendidikan yang sesuai dengan nilai-nilai tauhid, sehingga pendidikan tidak terjebak pada formalisme maupun sekularisme, melainkan tetap berorientasi pada pembinaan manusia seutuhnya.
PREVIEW
Download File Format












