Sastra merupakan cerminan budaya dan pemikiran manusia yang berkembang dari waktu ke waktu. Dalam kajian sastra, khususnya sastra bandingan, memahami hubungan antar teks menjadi sangat penting untuk menggali makna yang lebih dalam serta melihat dinamika perkembangan sastra lintas budaya dan zaman. Salah satu pendekatan yang efektif dalam memahami hubungan antar karya sastra adalah melalui konsep intertekstualitas. Intertekstualitas mengacu pada keterkaitan sebuah teks dengan teks-teks lain, baik secara eksplisit maupun implisit. Konsep ini membuka wawasan bahwa sebuah karya sastra tidak berdiri sendiri, melainkan selalu berhubungan dan berinteraksi dengan karya lain. Hal ini memungkinkan pembaca dan peneliti untuk menelusuri pengaruh, dialog, maupun kritik yang tersirat dalam teks.
Selain itu, dalam kajian intertekstual sering ditemukan konsep hipogram yang merupakan teknik menulis dengan memasukkan unsur atau bentuk lain dari teks sebelumnya, serta proses transformasi yang melibatkan perubahan, adaptasi, atau pengembangan dari teks asli menjadi teks baru. Kedua konsep ini menjadi kunci dalam menganalisis bagaimana sebuah karya sastra dipengaruhi, dibangun ulang, dan diinterpretasikan ulang dalam konteks baru. Dengan mempelajari intertekstualitas dalam sastra bandingan, kita tidak hanya memahami isi sebuah karya, tetapi juga relasi kultural, ideologis, dan estetis yang melintas antar teks dan waktu. Oleh karena itu, materi ini penting untuk memperluas wawasan dalam membaca, mengkritik, dan mencipta karya sastra yang kaya makna dan dimensi.
PREVIEW
Download File Format












