Dakwah merupakan aktivitas menyampaikan nilai-nilai Islam agar dapat diterima dan diamalkan oleh umat. Pada masa awal, dakwah dilakukan secara sederhana melalui tatap muka atau ceramah langsung. Namun, memasuki era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi informasi, keterbukaan budaya, serta meningkatnya kompetisi sosial, metode dakwah juga dituntut untuk berkembang dan menyesuaikan kebutuhan zaman. Globalisasi membawa berbagai peluang seperti kemudahan akses informasi dan media, namun juga menghadirkan ancaman berupa penyebaran ideologi sekuler, liberal, dan hedonis yang berpotensi melemahkan karakter keislaman masyarakat.[1]
Karena itu, dakwah tidak dapat dilakukan secara konvensional saja. Diperlukan pendekatan manajemen agar dakwah mampu direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi secara sistematis sehingga tujuannya tercapai. Penerapan manajemen dalam dakwah menjadikan proses penyampaian ajaran Islam lebih profesional, terarah, dan adaptif terhadap dinamika sosial. Hal ini sangat penting agar dakwah tidak hanya berlangsung sebagai rutinitas, tetapi mampu memberikan pengaruh nyata dalam kehidupan umat.[2]
[1] Abdul Azis, Manajemen Dakwah Kontemporer (Jakarta: Kencana, 2016), hlm. 11.
[2] Samsul Nizar, Pengantar Manajemen Dakwah (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2018), hlm. 21.
PREVIEW
Download File Format












